Jumat, 30 Januari 2009

ANTARA ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN

Baca Juga :

ANTARA ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN 

Jika dua hal diatas kita uraikan mungkin saja tidak akan ada selesainya, karena keduanya mengandung arti yang sama luas dan tidak akan dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, Albert Einstein (1879-1917) teoritikus terbesar dalam bidang ilmu alam, pemenang hadiah nobel tahun 1921 untuk sumbangannya di bidang ilmu fisika teori. Pernah mengatakan “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh”
Dalam bukunya science and the modern world, A.N. Whithehead menulis,

“bila kita menyadari betapa pentingnya agama bagi manusia dan betapa pentingnya ilmu pengetahuan, maka tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa sejarah kita yang akan datang bergantung pada putusan generasi sekarang mengenai hubungan antara keduanya.”
Agama Islam merupakan agama yang dianut oleh ratusan juta penduduk bumi, dan merupakan WAY OF LIFE yang menjamin kebahagiaan hidup pemeluknya di dunia serta di akhirat. Ia mempunyai satu sendi utama yang esensial yaitu ilmu pengetahuan.
Ilmu merupakan salah satu dari hasil pemikiran manusia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan, untuk dapat menghargai ilmu kita haruslah memahami hakikat dari kegiatan keilmuan, sebagaimana sebuah kata yang tersusun dari beberapa huruf, rangkaian kata menjadi sebuah kalimat, kemudian susunan kalimat menjadi sebuah wacana, dan pada akhirnya wacana menjadi sebuah pengetahuan bagi kita. Ilmu pada dasarnya mempelajari berbagai gejala dan peristiwa yang menurut anggapannya mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Berdasarkan obyek yang di telaah, maka ilmu dapat disebut sebagai suatu pengetahuan empiris. Ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menerapkan metode keilmuan. Karena ilmu merupakan sebahagian dari pengetahuan, yaitu pengetahuan yang memiliki sifat-sifat tertentu, maka ilmu dapat disebut juga pengetahuan keilmuan. Seperti yang kita ketahui bahwa kegiatan keilmuan tidak lepas dari kemampuan berpikir, berpikir itulah yang mencirikan manusia dan karena berpikir kita menjadi manusia, buah pemikiran inilah telah menciptakan peradaban umat manusia yang teramat menakjubkan. Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang pada akhirnya sampai kepada sebuah kesimpulan yaitu ilmu pengetahuan.
Q.S.40:54. mengatakan:
untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.”
Q.S. 13:4.
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Allah Ta'ala berfirman:
"Allah mengangkat orang-orang yang beriman dari engkau semua dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat." (al-Mujadalah: 11)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang menempuh sesuatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan di situ, maka Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan untuk menuju ke syurga." (Riwayat Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Apabila anak Adam - yakni manusia - meninggal dunia, maka putuslah amalannya - yakni tidak dapat menambah pahalanya lagi, melainkan dari tiga macam perkara, yaitu sedekah jariah atau ilmu yang dapat diambil kemanfaatannya atau anak yang shalih yang suka mendoakan untuknya." (Riwayat Muslim)
Previous Post
Next Post

post written by:

  • 0 Comment
  • Comment