Psikologi Agama

- July 20, 2009




A. Psychology
Kata “psikologi” berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata psyche dan logos, psyche berarti  nafas, karena itu hidup (dikaitkan atau dicirikan dengan nafas), asas yang menghidupkan dalam diri  manusia serta makhluk hidup lainnya, sumber segala aktivitas yang hidup, jiwa atau ruh atau asas yang  menghidupkan dalam keseluruhan alam semesta, sedangkan logos berarti kata atau bentuk yang  menampakkan asas tersebut yang biasa kita sebut dengan ilmu.

 Frank. J. Bruno dalam Dictionary Key Word in Psychology membagi pengertian psikologi dalam  tiga bagian yang pada prinsipnya saling berhubungan.

1. psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai ruh,
2. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental,
3. psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai tingkah laku organism.

 Chaplin dalam Dictionary of psychology mendefinisikan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan  mengenai tingkah laku manusia dan hewan, studi organism dalam segala variasi dan kerumitannya ketika  mereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa – peristiwa social yang mengubah lingkungan.  Dalam bahasa Arab, psikologi sering disebut dengan Ilmun Nafs yang berarti ilmu jiwa.

B. Agama
Dalam ensoklopedia Indonesia jilid pertama arti agama dapat dibagi menjadi lima definisi.
  1. Petama, dalam arti Godsdienst atau Religil dalam bahasa Belanda atau Religion dalam bahasa Inggris  yang berarti pada umumnya hubungan antara manusia dengan sesuatu kekuasaan luar yang lain dan lebih  daripada kekuatan manusia.
  2. Kedua, dalam Hindu – Budaha, agama adalah istilah dalam menyebutkan kelompok kepercayaan  berdasarkan wahyu Tuhan sebagaimana tercantum di dalam kitab suciNya. Istilah agama berasal dari  bahasa sansekerta yang maksud dan pengertiannya sama dengan pengertian agama dalam bahasa  Indonesia.
  3. Ketiga, agama adalah akebiasaan – kebiasaan, tradisi berdasarkan ajaran kitab suci. Himpunan peraturan  keagamaan yang digunakan sebagai pedoman hidup dalam masyarakat, yang berguna untuk meningkatkan  kegiatan keruhanian dalam mencapai kesempurnaan; bjuga dipakai untuk menyebut nama sejenis kitab  suci yang dianut oleh golongan Syiwait; cdiartikan sebagai suatu system yang dipergunakan untuk  memahami hakikat kebenaran.
  4. Keempat, agama adalah akepercayaan dan kesadaran manusia akan adanya Tuhan Yang Maha Esa/ Ida  Sang Widhi serta kekuasaanNya melebihi segala yang ada; bsastra Bali: Hukum adat agama terdiri dari  empat cakupan lontar yaitu agama, adigama, purwagama, dan kutaragama yang isinya terdiri dari  hokum perkawinan perkelahian, mencaci, dan sebagainya. Hukum semacam ini berlaku di Bali sejak zaman  Majapahit sampai dengan zaman Belanda.
  5. Kelima, agama berasal dari bahasa sansekerta yang akar katanya GAM dan memiliki arti berjalan atau  pergi. Kata GAM di beri awalan A yang berarti jalan. Dalam Islam terdapat istilah yang sama yaitu  syarii’ah, thariiqah, shiraatal mustaqiim (jalan lurus).
C. Psikologi Agama
Psikologi agama merupakan salah satu bidang dalam psikologi modern yang khusus mengkaji fenomena – fenomena keagamaan dari sudut pandang psikologi. Lebih specific dapat didefinisikan bahwa psikologi agama mempelajari perilaku orang yang beragama. Perilaku agama ini dapat berupa perilaku yang tampak serta dapat di observasi, misalnya respon – respon fisiologis (pernafasan, detak jantung, gelombang otak dan sebagainya) yang di alami oleh orang – orang yang melakukan ibadah atau perilaku keagamaan dalam masyarakat, termasuk perilaku yang tidak tampak (covert behaviour) seperti sikap pasrah, perasaan tentram/ damai, konflik, sampai dengan pengalaman spiritual yang bersifat subyektif dan sebagainya.

Menurut Prof. Dr. Zakiyah Dradjat, psikologi agama meneliti dan menelaah kehidupan agama pada seseorang dan mempelajari berapa besar pengaruh keyakinan agama itu dalam sikap, watak, serta tingkah lakuserta keadaan hidup pada umumnya. Disamping itu psikologi agama mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan jiwa seseorang serta factor – factor yang mempengaruhi keyakinan tersebut. Kemudian beliau menyatakan pula bahwa lapangan penelitian psikologi agama mencakup proses keagamaan, perasaan, dan kesadaran beragama dengan pengaruh dan akibat- akibat yang dirasakan sebagai hasil dari keyakinan. Oleh karena itu menurut beliau ruang lingkup yang menjadi lapangan penelitian psikologi agama meliputi kajian mengenai:

Bermacam – macam emosi yang menjalar di luar kesadaran yang ikut menyertai kehidupan beragama pada umumnya, seperti perasaan tenang ketika selesai berdoa, perasaan lega ketika selesai shalat, perasaan damai saat usai dzikir/ membaca kitab suci dan sebagainya.

Bagaimana perasaan dan pengalaman seseorang secara individual terhadap Tuhannya.

Mempelajari, meneliti serta manganalisa pengaruh kepercayaan akan adanya hidup sesudah mati pada setiap orang.



Meneliti dan mempelajari perasaan seseorang terhadap kepercayaan yang berhubungan dengan surge dan neraka serta dosa dan pahala yang turut member pengaruh terhadap sikap dan tingkah lakunyadalam kehidupan.

Meneliti dan mempelajari pengaruh penghayatan seseorang terhadap ayat-ayat sucidan kelegaan batinnya.


Dengan demikian psikologi agama adalah ilmu yang mempelajari dan meneliti tentang pengaruh dan pengalaman agama terhadap eksistensi diri seseorang berupa sikap, perilaku, tindakan dan penampilan yang muncul di permukaan aktivitas kehidupannya secara nyata.

Share this with short URL:
Blogger
Disqus
Tinggalkan Komentar
 

ketik dan enter untuk mencari