Fungsi IF bertingkat di Excel dan menghindari kesalahan

- December 30, 2017

infoalya.com

no basa basi 😀 Fungsi IF memungkinkan kita untuk membuat perbandingan logis antara nilai dan apa yang diharapkan dengan menguji kondisi dan mengembalikan hasil jika True atau False.

Logikanya seperti ini :
=IF(Sesuatu adalah Benar, lakukanlah sesuatu, jika tidak lakukanlah hal lain)

pernyataan IF dapat memiliki dua hasil. Hasil pertama jika perbandingan Benar dan hasil kedua jika perbandingan Salah. Fungsi IF adalah salah satu dari fungsi logika, untuk mengembalikan satu nilai jika kondisi benar dan nilai lain jika kondisi salah.

Contoh Sintaks :
=IF(logical_test, value_if_true, [value_if_false])

Misalnya:
=IF(A2>B2,"Terlampaui","LULUS")

=IF(A2=B2,B4-A4,"")


Nama Argumen Deskripsi
logical_test (diperlukan) Kondisi yang ingin Anda uji.
value_if_true (diperlukan) Nilai yang ingin Anda kembalikan jika hasil logical_test adalah TRUE.
value_if_false (opsional) Nilai yang ingin Anda kembalikan jika hasil logical_test adalah False.


cara membuat pernyataan IF bertingkat yang kompleks dengan benar, menggunakan beberapa fungsi  IF
=IF(D2>89,"A",IF(D2>79,"B",IF(D2>69,"C",IF(D2>59,"D","F"))))

Pernyataan IF bertingkat diatas mengikuti logika sederhana sebagai berikut :
  • Jika Skor Ujian (di sel D2) lebih besar dari 89, siswa akan mendapatkan A
  • Jika Skor Ujian lebih besar dari 79, siswa akan mendapatkan B
  • Jika Skor Ujian lebih besar dari 69, siswa akan mendapatkan C
  • Jika Skor Ujian lebih besar dari 59, siswa akan mendapatkan D
  • Jika tidak siswa akan mendapatkan F

Contoh diatas relatif aman karena antara nilai ujian dan predikat akan berubah, sehingga tidak memerlukan banyak perbaikan. 

Tetapi bagaimana jika kita  perlu mengelompokkan nilai A+, A, dan A- (dan seterusnya) ?

berikut contoh rumusnya :

=IF(B2>97,"A+",IF(B2>93,"A",IF(B2>89,"A-",IF(B2>87,"B+",IF(B2>83,"B",IF(B2>79,"B-", IF(B2>77,"C+",IF(B2>73,"C",IF(B2>69,"C-",IF(B2>57,"D+",IF(B2>53,"D",IF(B2>49,"D-","F"))))))))))))

Rumus ini masih berfungsi dengan benar dan akan berfungsi seperti yang diharapkan, tetapi akan memakan waktu lama untuk menulis dan lebih lama lagi untuk menguji guna memastikan rumus tersebut berfungsi seperti yang sahabat inginkan.

Masalah penting lainnya adalah kita harus memasukkan nilai angka dan nilai huruf yang setara secara manual. Kesalahan pengetikan secara tidak sengaja sangat mungkin terjadi. Bayangkan, kita harus mencoba melakukan hal ini 64 kali dengan kondisi yang lebih kompleks.

Setiap fungsi dalam Excel memerlukan kurung buka dan tutup ().
Excel akan mencoba membantu kita mencari tahu suatu rumus termasuk pada kurung yang mana dengan mewarnai bagian rumus saat kita mengeditnya.

Sebagai contoh, jika Anda ingin mengedit rumus di atas, saat memindahkan kursor melewati setiap tanda kurung tutup “)”, warna tanda kurung buka yang terkait dengannya akan berubah menjadi warna yang sama.

Hal ini akan sangat membantu dalam rumus bertingkat yang kompleks ketika sahabat mencoba mencari tahu apakah terdapat cukup tanda kurung yang cocok atau tidak.

Share this with short URL:
Blogger
Disqus
Tinggalkan Komentar

No comments

[+] Silahkan tinggalkan komentar
[+] Berkomertarlah dengan santun
[+] Mohon tidak meninggalkan live link
[+] Terima kasih untuk komentar anda

 

ketik dan enter untuk mencari